Anime Underrated dengan Soundtrack yang Bikin Merinding

Lo tahu nggak, salah satu elemen yang bikin anime langsung nempel di hati bukan cuma visual atau cerita, tapi soundtrack. Musik yang pas bisa bikin adegan sederhana jadi epik, momen mellow jadi haru, dan karakter yang mungkin lo anggap biasa saja jadi sangat memorable. Nah, masalahnya: banyak anime underrated punya soundtrack luar biasa — tapi sayang, justru soundtrack-nya yang paling kurang diakui.
Jadi di artikel ini kita bakal telusuri seri-seri anime underrated yang bukan cuma punya cerita bagus, tapi soundtracknya bikin lo merinding saat nonton. Musiknya nggak cuma latar, tapi bagian dari pengalaman emosionalnya. Siap? Yuk mulai.


1. Made in Abyss – Keindahan Visual Dibalut Musik Luar Biasa

Pertama, kita bahas Made in Abyss. Ini memang termasuk anime yang lumayan dikenal di kalangan pecinta anime berat, tapi masih anime underrated dalam skala massal — terutama kalau yang lo ingat cuma visualnya yang imut-imut. Padahal soundtracknya, komposernya (Kevin Penkin) berhasil nyesuain suasana: imut di permukaan, tapi gelap dan ngeri di bawahnya.
Musiknya: ambient, kadang ethereal, kemudian bertransformasi jadi dramatis ketika adegan makin berat. Efeknya? Lo bakal denger nada halus yang tiba-tiba berkembang jadi orkestrasi besar, bikin jantung lo berdegup lebih kencang saat titik klimaks.
Kenapa ini penting? Karena ketika cerita lo udah bikin lo khawatir dan sedih, musik yang tepat menguatkan emosi itu. Dalam konteks anime underrated, ini nilai plus besar: serial yang nggak viral tapi punya kualitas menyeluruh, termasuk musik.
Jadi kalau lo nonton Made in Abyss, jangan cuma perhatiin cerita dan visual — lo juga harus dengerin musiknya. Soundtrack-nya bikin lo ngerasa “oke, ini bukan cuma tontonan ringan”.


2. Haibane Renmei – Simfoni Kesepian dan Pengampunan

Selanjutnya, kita masuk ke Haibane Renmei. Ini adalah salah satu anime underrated yang sering dipuji oleh penggemar yang udah “masuk ke dalam” dunia anime. Tapi banyak orang belum nonton karena pacing-nya lambat dan temanya dewasa. Di sinilah soundtracknya jadi jembatan emosional.
Musiknya lembut, terkadang hampir seperti suara angin atau deru lembut — memberikan ruang bagi keheningan dan introspeksi. Ceritanya soal makhluk bersayap (“Haibane”) yang hidup di kota tertutup, mencoba memahami siapa mereka dan kenapa mereka ada. Musiknya nggak besar-besar, tapi penuh makna.
Booking momen: ketika adegan “pengampunan” muncul, musiknya mulai naik secara perlahan — dan lo bakal merinding karena nggak cuma melihat karakter berubah, tapi merasakannya lewat musik.
Kenapa masuk daftar soundtrack-terbaik untuk anime underrated? Karena Haibane Renmei nggak mengandalkan aksi, tapi pengalaman. Dan musiknya adalah penguat utama pengalaman itu.


3. Ergo Proxy – Distopia Suara dan Nada yang Menyentuh

Gue harus menyebut Ergo Proxy karena ini contoh klasik: anime underrated berat, dengan atmosfer dan soundtrack yang jarang dibahas secara mainstream. Musik di sini bukan background biasa — dia bagian dari identitas dunia yang diciptakan.
Dunia distopia, mesin, manusia sintetis, dan pertanyaan “apa artinya hidup” jadi tema utama. Musiknya ambient industrial, nada dingin, tapi juga memiliki momen-momen yang emosional. Ketika karakter mulai mempertanyakan identitasnya, musiknya naik jadi orkestrasi yang membawa seluruh adegan ke level lain.
Kenapa soundtrack penting? Karena lo nggak cuma melihat visual keren atau dialog filosofis — lo merasakan kegelisahan karakter lewat nada. Dan itu bikin Ergo Proxy jadi pengalaman yang nggak gampang dilupakan, walaupun banyak orang skip karena pacingnya berat.


4. Natsume Yuujinchou – Kedamaian, Kehilangan, dan Harmoni Musik

Masih di ranah yang lebih tenang, Natsume Yuujinchou adalah anime underrated yang nggak tampil dengan aksi bombastis, tapi punya soundtrack yang bikin lo relax – tapi bukan relax biasa, melainkan relax yang punya makna.
Cerita: Natsume bisa melihat roh dan mewarisi buku yang berisi nama-nama makhluk mistis. Musiknya ringan, piano lembut, string kecil, tapi tiap suara seakan punya ruang untuk bernapas. Ketika dia berinteraksi dengan roh yang kesepian atau manusia yang terluka emosinya, musiknya menyentuh sisi manusiawi lo.
Kenapa harus dikasih tempat di list ini? Karena banyak soundtrack yang “merinding” identik dengan kekuatan besar atau dramatik ekstrem, tapi Natsume menunjukkan bahwa soundtrack yang “merinding” juga bisa datang dari ketenangan yang dalam. Ini kualitas anime underrated yang subtle tapi kuat.


5. Planetes – Luar Angkasa, Kehidupan, dan Atmosfer Musik yang Realistis

Kita pindah ke luar angkasa. Planetes adalah anime underrated yang sering dianggap “terlalu biasa” karena settingnya bukan super fantasi — tapi justru di situlah kehebatannya. Soundtracknya bukan orchestral besar non-stop, tapi kombinasi musik elektronik, ambient ruang angkasa, dan momen hening yang bikin lo sadar: manusia itu kecil di semesta ini.
Ketika karakter kerja di orbit Bumi, musiknya seakan kasih ruang buat lo tarik napas, refleksi, dan merasakan kepasrahan. Dan ketika konflik muncul — soal mimpi, tanggung jawab, atau kehilangan — soundtracknya bergeser menjadi lebih dinamis, tapi tetap grounded.
Kenapa soundtrack meregang bulu kuduk? Karena ketika lo nonton adegan “melihat Bumi dari jendela stasiun luar angkasa”, tiba-tiba musik menjadi medium yang bikin lo ikut merasa “wow, gue kecil”. Itu kekuatan musik dalam anime underrated.


6. Mushishi – Puisi Visual dan Suara di Alam Liar

Mushishi mungkin bukan masuk kategori “soundtrack merinding” ala lagu epik, tapi ini versi lain dari “merinding”: merinding karena keindahan dan kedamaian. Sebagai salah satu anime underrated paling dihormati, Mushishi punya musik ambient yang sangat halus — suara alam, gemericik air, gemerisik daun, dan piano yang sangat ringan.
Lo nggak akan dibombardir dengan beat keras atau string besar — tapi lo akan dibawa masuk ke dunia yang begitu tenang, sampai lo bisa denger suara napas karakter dan gemerlap cahaya. Musiknya adalah sahabat diam saat lo nonton.
Kenapa ini penting? Karena merasa merinding nggak selalu soal takut atau terkejut — kadang soal tersentuh, hening, dan tersadar. Mushishi dan soundtracknya memberikan bentuk lain dari pengalaman “merinding”.


7. Rainbow: Nisha Rokubou no Shichinin – Persahabatan, Penderitaan, dan Musik yang Membakar Hati

Balik ke tema yang lebih emosional: Rainbow adalah salah satu anime underrated yang punya musik latar sangat kuat dalam mendukung cerita beratnya. Latar penjara Jepang pasca-perang, tujuh remaja yang harus bertahan hidup dalam kondisi yang kejam — soundtracknya jadi bagian besar dari aura itu.
Musik latarnya punya nada-nada yang menyayat: perpaduan alat musik klasik, string, dan terkadang nada keras untuk menggambarkan konflik. Ketika mereka gagal, ketika mereka bertahan, ketika persahabatan diuji — musiknya naik ke puncak dan bikin lo ikut ngerasain.
Kenapa masuk kategori “soundtrack merinding”? Karena lo bukan cuma ikut sedih; lo ikut marah, ikut berharap, ikut merasa besar di tengah kekecilannya. Dan itu bikin Rainbow punya tempat khusus.


8. Kids on the Slope – Jazz, Persahabatan dan Melodi yang Nyatu di Hati

Kids on the Slope adalah anime underrated yang unik: kombinasi slice of life, musik jazz, dan cerita persahabatan yang sangat dalam. Dan soundtracknya? Itu jazz-nya yang autentik, improvisasi, solo piano, saxophone — semua ngasih warna kuat.
Ketika karakter naik panggung atau latihan malam hari, musiknya jadi pusat perhatian — bukan latar biasa. Lo bisa ngerasain detak jantung karakter, rasa gugup, rasa eksistensi. Musiknya jadi karakter tersendiri.
Soundtrack yang bikin bulu kuduk berdiri? Iya. Karena lo nggak cuma dengar musik yang bagus — lo dengar musik yang “ngomong” ke kamu: “gila, kita bareng di sini”, “gue takut”, “gue pengen lebih”. Dan itu cuma bisa di anime underrated yang berani fokus ke musik sebagai inti cerita.


9. Rainbow Days (Nijiiro Days) – Tawa, Air Mata dan OST yang Tetap Nempel

Walau mungkin nggak se-berat serial lainnya di daftar ini, Rainbow Days tetap punya soundtrack yang enak di kuping dan memorable — masuk daftar karena banyak yang lewat aja tanpa sadar musiknya bikin mood meningkat.
Cerita tentang empat cowok SMA dan perjalanan mereka — musiknya ringan, pop, tapi ketika adegan serius muncul, musiknya langsung ngangkat suasana. Dan karena serialnya underrated di luar kalangan romantis komedi, soundtracknya juga banyak ketinggalan spotlight.
Kenapa lo harus dengerin? Karena kadang soundtrack nggak perlu epik bagai film aksi untuk bikin efek “merinding”. Kadang cukup lagu yang pas di momen tepat — dan Rainbow Days punya banyak momen seperti itu.


10. Sora no Woto – Musik Militer, Kota Sunyi dan Nada yang Melankolis

Terakhir, satu lagi karya anime underrated yang soundtrack-nya sangat layak dibongkar: Sora no Woto. Settingnya di kota kecil pasca-perang, tentara muda yang mencoba hidup damai, bunyi lonceng, trumpet, march musik yang lembut tapi punya makna kuat.
Musik latar adalah kombinasi antara ketenangan dunia damai dan bayangan perang yang belum usai — lo bisa ngerasain perbedaan antara pagi yang tenang dan malam yang penuh keraguan lewat nada-nada musiknya.
Mengapa merinding? Karena soundtracknya bukan “dramatis” dalam arti ramai — tapi merinding karena atmosfer yang dibuatnya: sunyi, harapan, rasa sayang yang tertahan. Dan itu sisi yang nggak banyak digarisbawahi di banyak anime populer.


Kenapa Soundtrack Membuat Anime Underrated Menjadi Ikonik

Sekarang lo mungkin bertanya: “Kenapa sih soundtrack penting banget?” Berikut beberapa alasan kenapa anime underrated yang punya soundtrack kuat sering jadi favorit pribadi meski nggak populer besar-besaran:

  • Musik yang bagus memperkuat emosi adegan — adegan sedih jadi lebih sedih, adegan bahagia jadi lebih hangat.
  • Soundtrack bisa menjadi jembatan antara lo dan karakter — lo merasakan bukan hanya dari dialog tapi dari nada musik.
  • Anime underrated sering punya budget atau ekspektasi rendah, tapi kreator mereka fokus ke kualitas ‘isi’ (termasuk musik) sehingga mereka bisa eksplorasi lebih berani.
  • Karena soundtracknya sering overlooked, ketika lo “menggali” dan menemukan, lo merasa punya rahasia sendiri — pengalaman itu unik.
  • Musik bagus membuat serial jadi lebih tahan lama di psikologi lo — ketika udah selesai, lo masih inget lagu atau melodi yang muncul, bukan cuma cerita.

Jadi, kalau lo lagi nyari anime underrated tapi yang punya “tingkat keabisan kata” saat nonton, pastikan soundtracknya juga bagus.


FAQ tentang Anime Underrated dan Soundtrack-nya

1. Apakah semua anime underrated punya soundtrack bagus?
Nggak selalu. Tapi banyak anime underrated yang memang berhasil menginvestasikan lebih ke musik sebagai bagian cerita — dan itu jadi daya tarik mereka.

2. Bagaimana cara tahu soundtracknya bagus sebelum nonton penuh?
Lo bisa dengerin sample OST atau open theme / ending dari seri tersebut. Kalau lo langsung merinding atau merasa “gue pengen dengerin lagu ini lagi”, itu tanda bagus.

3. Apakah harus nonton anime penuh untuk menghargai soundtracknya?
Idealnya iya, karena konteks cerita membantu musiknya punya bobot emosional. Tapi kadang dengerin OST-nya aja udah cukup bikin kagum.

4. Apakah soundtrack bagus bisa bikin anime underrated jadi populer?
Bisa sih — tapi banyak faktor selain musik yang menentukan popularitas. Tetapi soundtrack yang kuat bisa membangun fanbase jangka panjang.

5. Soundtrack yang bikin merinding itu genre tertentu?
Enggak ada aturan baku: bisa orchestral epik, ambient minimalis, jazz, pop — yang penting adalah bagaimana musiknya nyatuin cerita dan mood.

6. Mau mulai nonton anime underrated dengan soundtrack bagus, mana dulu?
Bisa mulai dari “Made in Abyss” atau “Haibane Renmei” karena keduanya punya kualitas tinggi dan cukup berbeda dari mainstream.


Kesimpulan

Tonton anime bukan cuma buat cerita atau visual — tonton juga buat musiknya. Karena ketika soundtrack dan cerita bersinergi di anime underrated, lo bakal ngerasain sesuatu yang nggak biasa: bulu kuduk berdiri, jantung ngedebar, mata bisa berkaca-kaca tanpa lo sadari.
Dari “Made in Abyss” yang memadukan keindahan dan kengerian lewat musiknya, “Haibane Renmei” yang hening tapi sangat berbekas, sampai “Kids on the Slope” yang jazz-nya bikin jiwa lo bergoyang — semuanya menunjukkan bahwa soundtrack punya kekuatan luar biasa.
Jadi, selanjutnya lo nonton anime, jangan cuma liat visual atau ceritanya — dengerin musiknya. Siapa tahu lo nemuin hidden gem yang soundtrack-nya bakal lo pasang berulang-ulang di playlist lo.
Yuk, mulai eksplorasi dunia anime underrated yang nggak cuma “bagus” tapi punya musik yang bikin pengalaman nonton jadi tak terlupakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *